sertifikasi journalism photography bnsp

Sertifikasi Journalism Photography BNSP

Sertifikasi Journalism Photography BNSP – Profesi Journalism Photography memegang peranan penting dalam era informasi saat ini. Fotografi jurnalisme bukan hanya sekadar mengambil gambar, tetapi juga memahami bagaimana gambar dapat mengomunikasikan pesan, cerita, dan realitas yang ada. Seiring dengan perkembangan media dan teknologi digital, kebutuhan akan fotografer jurnalistik yang berkualitas semakin meningkat. Fotografi menjadi alat yang kuat dalam menyampaikan berita, mengabadikan peristiwa, dan membantu audiens memahami realitas yang ada. Oleh karena itu, penting bagi para praktisi Journalism Photography untuk memiliki kompetensi yang kuat dalam berbagai aspek fotografi, mulai dari teknik pengambilan gambar hingga olah digital.

Program Sertifikasi Journalism Photography BNSP hadir untuk mengakomodasi kebutuhan akan fotografer jurnalistik yang kompeten dan profesional. Melalui program ini, para fotografer jurnalistik dapat membuktikan kompetensinya dalam berbagai unit kompetensi, seperti menentukan sudut pengambilan, melakukan olah foto digital dasar, melaksanakan prosedur keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja, hingga mengatur elemen pencahayaan dan ketajaman gambar. Sertifikasi BNSP memberikan legitimasi dan jaminan atas kualitas kinerja seorang fotografer jurnalistik, sehingga mereka dapat memenuhi ekspektasi industri media yang semakin tinggi.

Profesi bidang Journalism Photography harus diuji kompetensinya melalui Program Sertifikasi Journalism Photography BNSP karena hal ini merupakan langkah krusial dalam menjaga integritas dan standar kualitas dalam industri jurnalisme. Dengan semakin banyaknya foto yang beredar di media sosial dan platform berita, penting untuk memastikan bahwa para fotografer jurnalistik memahami etika, kualitas, dan keamanan dalam pekerjaan mereka. Program sertifikasi ini juga membantu para fotografer jurnalistik untuk terus meningkatkan keterampilan mereka dan tetap relevan dalam dunia yang terus berubah. Sehingga, dengan Sertifikasi Journalism Photography BNSP, profesi ini dapat terus berkembang dan menghadirkan berita berkualitas tinggi dengan gambar yang kuat dan berdampak.

Hubungi Kami via WhatsApp Untuk Konsultasi dan Informasi Program ini:

CHAT WA FERDI TRAINING CENTER

Standarisasi Profesi Journalism Photography Melalui Program Sertifikasi Kompetensi Journalism Photography BNSP

Standarisasi Kompetensi Journalism Photography ini tentunya mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai rumusan kemampuan kerja. SKKNI rujukan Profesi Journalism Photography ini tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 133 Tahun 2019 Tentang:

Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Informasi dan Komunikasi Golongan Pokok Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya Bidang Komunikasi Subbidang Fotografi

sertifikasi fotografi jurnalistik

Tujuan Program Pelatihan dan Sertifikasi Journalism Photography BNSP

  1. Meningkatkan Kompetensi Fotografer Jurnalisme: Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan fotografer jurnalisme dalam mengambil gambar, mengolah foto digital, mengatur pencahayaan, serta mengelola keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan fokus pada unit-unit kompetensi yang telah disebutkan, program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang teknik fotografi yang berkualitas tinggi sesuai dengan standar industri.
  2. Memastikan Kualitas dan Keamanan dalam Praktik Fotografi Jurnalisme: Melalui pelatihan dan sertifikasi, program ini bertujuan untuk menegakkan standar kualitas yang tinggi dalam praktik fotografi jurnalisme. Fotografer yang mengikuti program ini akan mampu mengelola prosedur keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja yang tepat, serta memahami pentingnya mengoordinasikan tim kerja dalam situasi yang melibatkan pengambilan gambar peristiwa.
  3. Mendorong Etika Profesional dan Pengembangan Karir: Tujuan lain dari program ini adalah untuk mengembangkan sikap etis dalam praktik fotografi jurnalisme. Para peserta akan mempelajari pentingnya pengarsipan karya yang akurat dan bertanggung jawab serta menjunjung tinggi prinsip kebenaran dalam representasi visual. Selain itu, program ini diharapkan mampu membantu fotografer jurnalisme dalam mengembangkan karir mereka dengan memperoleh sertifikasi yang diakui secara nasional dan mendukung peningkatan profesionalisme dalam bidang tersebut.

Dengan mencapai tujuan-tujuan tersebut, Program Pelatihan dan Sertifikasi Journalism Photography BNSP diharapkan dapat meningkatkan standar kompetensi, keamanan, dan kualitas dalam praktik fotografi jurnalisme, serta mendorong pengembangan karir yang berkelanjutan bagi para praktisi di bidang ini.

Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Untuk Profesi Journalism Photography

  1. Menentukan Sudut Pengambilan – M.74FTG00.005.2
  2. Melakukan Olah Foto Digital Dasar – M.74FTG00.012.2
  3. Melaksanakan Prosedur Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Tempat Kerja – M.74FTG00.016.2
  4. Mengerjakan Pemotretan Peristiwa – M.74FTG00.024.2
  5. Melakukan Koordinasi Tim Kerja – M.74FTG00.028.2
  6. Mengerjakan Pengarsipan Karya – M.74FTG00.027.2
  7. Menentukan Elemen Pencahayaan – M.74FTG00.003.2
  8. Mengatur Ketajaman Gambar – M.74FTG00.004.2

Hubungi Kami via WhatsApp Untuk Konsultasi dan Informasi Program ini:

sertifikasi journalism photography

Instruktur Pelatihan dan Asesmen

Para Ahli Bidang Journalism Photography dan Asesor yang kompeten dari organisasi pendukung dan yang direkomendasikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi

Persyaratan Dasar Calon Peserta Program

  • Minimal telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sederajat; Atau
  • Memiliki sertifikat pelatihan berbasis kompetensi yang sesuai dengan Skema Sertifikasi Journalism Photography; Atau
  • Telah berpengalaman kerja pada lingkup yang sesuai dengan Skema Sertifikasi Journalism Photography minimal 1 tahun secara berkelanjutan;

Persyaratan Uji Kompetensi

Peserta uji kompetensi harus melengkapi persyaratan yang sesuai dengan Skema Sertifikasi Journalism Photography yang meliputi:

1. Melengkapi isian formulir permohonan (FR-APL01) dan formulir asesmen mandiri (FRAPL02): Sebelum Uji Kompetensi

2. Menyerahkan persyaratan uji kompetensi

  • Pas foto 3×4 (3 lembar).
  • Copy identitas diri KTP/KK (1 lembar).
  • Photocopy ijazah terakhir (1 lembar).
  • Copy sertifikat yang relevan dengan Skema Sertifikasi Journalism Photography, bila ada.
  • CV pengalaman / keterangan kerja yang relevan dengan Skema Sertifikasi Journalism Photography, bila ada.
  • Portofolio yang relevan dengan Skema Sertifikasi Journalism Photography, bila ada.

Jadwal Pelaksanaan Program

  • Tanggal: Kontak Kami Untuk Mendapatkan Update Jadwal Terbaru
  • Waktu Pembinaan: Setiap Hari Pukul 08.00 – 16.00 WIB
  • Tempat: Training Center Lembaga Diklat Profesi di Yogyakarta Atau Kota Tertentu Sesuai Kuota Peserta (Kami Merekomendasikan Training dan Sertifikasi Online)

Program ini secara reguler kami laksanakan beberapa kali setiap tahun. Apabila anda membaca informasi ini sudah lewat dari jadwal tersebut diatas, silahkan hubungi kami untuk mendapatkan jadwal terbaru. Termasuk jika anda ingin menyelenggarakan Program Inhouse Training. Kami bisa merancang dan mendiskusikan rencana pembinaan ini didalam perusahaan anda.

Fasilitas Program 

  • Training kit (Offline)
  • Soft copy Materi dan Modul training
  • Sertifikat dari BNSP ( Badan Nasional Sertifikasi Profesi )
  • Souvenir (Offline)
  • Coffee Break 2x and Lunch (Offline)
  • Penjemputan Kedatangan (Khusus Peserta Luar Kota dan jika pelaksanaan di Yogyakarta) (Offline)

Hubungi Kami via WhatsApp Untuk Konsultasi dan Informasi Program ini:

CHAT WA FERDI TRAINING CENTER

sertifikasi journalism photography bnsp

– Insight –

Fotografi jurnalistik, atau journalism photography, adalah cabang fotografi yang berfokus pada narasi atau penyampaian cerita menggunakan gambar. Dalam konteks jurnalistik, foto harus didukung oleh teks atau keterangan tambahan untuk melengkapi informasi. Hal ini menciptakan hubungan simbiosis antara gambar dan tulisan yang memiliki nilai penting dan memiliki daya tarik bagi pembaca. Gambar dan tulisan dalam fotografi jurnalistik berperan penting dalam memperkuat alur cerita yang disampaikan.

Fotografi jurnalistik bertujuan untuk melengkapi dan meningkatkan daya tarik teks berita. Lebih dari itu, foto-foto ini memiliki peran penting dalam memperkuat bukti dari peristiwa yang dijelaskan dalam berita. Selain itu, tujuan lain dari fotografi jurnalistik adalah memberikan informasi, meyakinkan, dan bahkan menghibur pembaca. Fotografi jurnalistik juga harus mematuhi prinsip-prinsip nilai berita, seperti aktual, faktual, penting, menarik, serta relevan dengan topik berita yang disajikan.

Kualitas dan Kompetensi seorang Fotografer Journalism Photography

Seorang fotografer yang berkecimpung dalam bidang journalism photography harus memiliki kualitas dan keterampilan tertentu. Berikut adalah beberapa aspek yang harus dimiliki oleh seorang fotografer journalism photography:

  1. Kepekaan visual: Seorang fotografer harus memiliki sensitivitas visual yang baik, mampu mengenali komposisi dan estetika visual yang menarik dalam sebuah foto.
  2. Keterampilan dalam mengoperasikan kamera: Kamera adalah alat utama seorang fotografer. Mengenal dan menguasai penggunaan kamera serta perlengkapan fotografi lainnya adalah kunci untuk menghasilkan foto yang bagus.
  3. Kemampuan pengeditan: Pengeditan foto merupakan bagian penting dalam dunia fotografi. Seorang fotografer harus memiliki keterampilan dalam mengedit menggunakan berbagai software.
  4. Kemampuan komunikasi: Interaksi dengan subjek foto atau model membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik agar fotografer dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman.
  5. Kondisi fisik yang baik: Kondisi fisik yang prima diperlukan karena fotografer sering bekerja dalam situasi dan lokasi yang berbeda setiap harinya.
  6. Responsif dan tangkas: Kemampuan untuk menangkap momen-momen penting yang mungkin hanya berlangsung sebentar sangatlah penting. Ketiadaan kecepatan dapat menyebabkan kehilangan momen berharga.
  7. Kepekaan terhadap warna: Pemilihan warna yang tepat memiliki dampak besar dalam menciptakan foto yang berkualitas. Memahami psikologi warna sangat membantu dalam hal ini.
  8. Kreativitas: Fotografi adalah seni, sehingga seorang fotografer harus memiliki kepekaan kreatif untuk terus menghasilkan ide-ide dan karya yang menarik.
  9. Kemampuan bercerita: Seorang fotografer harus bisa mengemban peran sebagai seorang narator melalui gambar yang mereka ciptakan. Dalam satu foto, mereka harus bisa menyampaikan pesan yang jelas kepada penontonnya.

Dengan demikian, seorang fotografer jurnalistik harus memiliki kombinasi keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan untuk mengkomunikasikan cerita melalui gambar.

Sertifikasi Kompetensi Journalism Photography

Di Indonesia, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memberikan pengakuan profesional untuk bidang journalism photography dalam bentuk Sertifikasi Kompetensi Journalism Photography. Sertifikasi ini akan menguji kompetensi seorang fotografer yang menekuni Journalism Photography sesuai dengan unit-unit kompetensi berikut ini:

  1. Menentukan Sudut Pengambilan;
  2. Melakukan Olah Foto Digital Dasar;
  3. Melaksanakan Prosedur Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Tempat Kerja;
  4. Mengerjakan Pemotretan Peristiwa;
  5. Melakukan Koordinasi Tim Kerja;
  6. Mengerjakan Pengarsipan Karya;
  7. Menentukan Elemen Pencahayaan;
  8. Mengatur Ketajaman Gambar.

Sertifikasi ini menjadi langkah penting bagi fotografer yang berfokus pada journalism photography untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas mereka dalam dunia fotografi. Dengan mendapatkan sertifikasi, fotografer journalism photography akan diakui atas keterampilan yang mereka miliki yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), standar internasional, atau standar khusus yang telah ditetapkan.

Untuk memperoleh sertifikasi ini, seorang fotografer harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai dengan Skema Sertifikasi Journalism Photography. Persyaratan tersebut meliputi memiliki latar belakang pendidikan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau setara dengannya, memiliki sertifikat pelatihan yang terfokus pada kompetensi yang dibutuhkan dalam Skema Sertifikasi Journalism Photography, atau telah memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan bidang journalism photography minimal selama 1 tahun secara berkesinambungan.

Ferdi Training Center, mitra dari Lembaga Sertifikasi Profesi dan BNSP, menyelenggarakan Program Pelatihan dan Sertifikasi Journalism Photography BNSP. Program ini akan membantu fotografer journalism photography untuk mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi sertifikasi journalism photography. Dalam program ini, peserta akan mempelajari materi-materi yang berkaitan dengan journalism photography dan juga akan dilatih untuk menghadapi uji kompetensi sertifikasi journalism photography.

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi kamu dalam bidang journalism photography. Yuk, ikuti Program Pelatihan dan Sertifikasi Journalism Photography BNSP yang diselenggarakan oleh Ferdi Training Center!

Hubungi Kami via WhatsApp Untuk Konsultasi dan Informasi Program ini:

CHAT WA FERDI TRAINING CENTER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *